Association of Attitudinal Healing - India
Go to group page

Cara Pengobatan Tetanus

Angka kematian dan penyebab kematian akibat penyakit ini bervariasi tergantung fasilitas yang ada. Tidak dapat disangkal bahwa adanya Unit Perawatan Intensif (UPI) mengurangi angka kematian. Pada negara berkembang, tanpa fasilitas UPI, kematian akibat tetanus yang berat melebihi 50% dengan sumbatan jalan napas, gagal napas, dan gagal ginjal sebagai penyebab utama. Tingkat kematian 10% telah menjadi target pada negara – negara maju. 

Gejala-gejala tetanus merupakan akibat dari salah satu jenis racun yang mempengaruhi sistem saraf, sehingga menyebabkan peningkatan tegangan dan kejang otot yang menyakitkan.

Terdapat kelompok gejala yang terdiri dari kekakuan, kekejangan otot, dan jika berat akan terjadi disfungsi pada sistem saraf otonom (bagian dari sistem saraf yang mengontrol kegiatan tubuh yang tidak disadari seperti napas, denyut jantung, dll). Kekakuan leher, sulit menelan dan membuka mulut merupakan gejala awal. Baca Juga Cara Pengobatan Tetanus

Tetanus merupakan penyakit infeksi akut dan seringkali fatal yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang memproduksi toksin (racun). Racun ini yang kemudian menghasilkan gangguan saraf yang ditandai dengan meningkatnya tegangan dan kekejangan otot.
Biasanya bakteri ini masuk ke tubuh melalui luka tusuk yang terkontaminasi seperti kait logam, serpihan kayu, atau gigitan serangga. Meskipun demikian, luka lain seperti luka bakar, luka operasi, borok, dan tali pusat bayi baru lahir juga dapat menjadi pintu masuk bakteri ini.
Tetanus terjadi secara sporadik dan hampir selalu mengenai orang yang belum pernah diimunisasi, atau bahkan yang sudah diimunisasi secara lengkap yang tidak menjaga imunitasnya dengan vaksinasi ulangan. Akan tetapi, penyakit ini merupakan penyakit yang dapat dicegah sepenuhnya dengan vaksinasi.

Selengkapnya baca di Serisehat 

Kejang pada otot dapat mengenai ke otot – otot wajah menghasilkan tampilan wajah yang khas yang sering disebut sebagai ‘risus sardonicus’. Kekakuan juga dapat mengenai otot leher dan batang tubuh yang menyebabkan tubuh kaku membentuk seperti busur. Hal ini menjadi berbahaya jika kekakuan mengenai otot – otot pernapasan yang menyebabkan seseorang menjadi sulit bernapas.

Kontraksi racun yang terjadi pada otot memiliki tampilan seperti kejang. Kejadian ini dapat terjadi secara spontan atau terjadi karena rangsangan sentuhan, visual, suara atau bunyi, atau emosional. Kejang ini bervariasi dalam berat dan frekuensinya, namun dapat cukup kuat untuk menyebabkan patah tulang dan robeknya bagian dari otot yang menghubungkan otot dengan tulang. Hal ini juga dapat menyebabkan gagal napas pada pasien yang dimulai dari kejang tenggorokan yang diikuti kejang pada saluran pernafasan yang berhubungan dengan kejadian masuknya benda asing (darah, cairan lambung, air liur, dsb) ke jalan napas dan sumbatan jalan napas yang membahayakan nyawa.

Discussion started by Yummy Food , on 22 days ago
You need to be a member of this group before you can participate in this discussion